Penyusunan Neraca Awal dan Akhir Pemerintah Daerah

Bimtek dan Diklat tentang Penyusunan Neraca Awal dan Akhir Pemerintah Daerah

Laporan keuangan termasuk rutinitas kegiatan tahunan SKPD (satuan kerja pemarintah daerah), pertangungjawaban anggaran yang sudah diterima wajib / harus ditetapkan dalam dokumen plaksanaan anggaran / DPA. Maksud dan Tujuan dari pelaporan tersebut agar diketahui berapa banyak anggaran yang sudah terealisasi sesuai dengan kebutuhan kita setiap bulan / triwulan / semester / tahun.

Langkah-langkah penyusunan Laporan Keuangan SKPD adalah Memasukkan saldo awal untuk Neraca dan LRA (Laporan Realisasi Angaran), Memasukkan (Posting) transaksi tahun berjalan, Membuat koreksi dan / atau penyesuaian, Melaksanakan prosedur tutup buku serta Membuat jurnal penutup untuk Pendepatan, Belanja, dan Pembiayaan serta Pembukaan / Awal tahun buku.

Dalam rangka memantapkan pemahaman Pemda, baik Eksekutif maupun Legislatif mengenai Penyusunan Neraca Awal Dan Akhir pada Pemerintah Daerah maka kami akan melaksanakan Bimtek “Strategi serta Sistem Penyusunan Neraca Awal dan Akhir Pemerintah Daerah” pada:

Bulan April 2018 
05 - 06 April 2018 di Hotel Ibis Style Jakarta
05 - 06 April 2018 di Hotel Pesonna Malioboro Jogja
05 - 06 April 2018 di Hotel Pacific Palace Batam
05 - 06 April 2018 di Hotel Eden Kuta Bali
05 - 06 April 2018 di Hotel Cemerlang Bandung
05 - 06 April 2018 di Hotel Losari Beach Makassar
05 - 06 April 2018 di Hotel Quest Surabaya
05 - 06 April 2018 di Hotel Santosa Lombok
11 - 12 April 2018 di Hotel Ibis Style Jakarta
11 - 12 April 2018 di Hotel Pesonna Malioboro Jogja
11 - 12 April 2018 di Hotel Pacific Palace Batam
11 - 12 April 2018 di Hotel Eden Kuta Bali
11 - 12 April 2018 di Hotel Cemerlang Bandung
11 - 12 April 2018 di Hotel Losari Beach Makassar
11 - 12 April 2018 di Hotel Quest Surabaya
11 - 12 April 2018 di Hotel Santosa Lombok
19 - 20 April 2018 di Hotel Ibis Style Jakarta
19 - 20 April 2018 di Hotel Pesonna Malioboro Jogja
19 - 20 April 2018 di Hotel Pacific Palace Batam
19 - 20 April 2018 di Hotel Eden Kuta Bali
19 - 20 April 2018 di Hotel Cemerlang Bandung
19 - 20 April 2018 di Hotel Losari Beach Makassar
19 - 20 April 2018 di Hotel Quest Surabaya
19 - 20 April 2018 di Hotel Santosa Lombok
23 - 24 April 2018 di Hotel Ibis Style Jakarta
23 - 24 April 2018 di Hotel Pesonna Malioboro Jogja
23 - 24 April 2018 di Hotel Pacific Palace Batam
23 - 24 April 2018 di Hotel Eden Kuta Bali
23 - 24 April 2018 di Hotel Cemerlang Bandung
23 - 24 April 2018 di Hotel Losari Beach Makassar
23 - 24 April 2018 di Hotel Quest Surabaya
27 - 28 April 2018 di Hotel Ibis Style Jakarta
27 - 28 April 2018 di Hotel Pesonna Malioboro Jogja
27 - 28 April 2018 di Hotel Pacific Palace Batam
27 - 28 April 2018 di Hotel Eden Kuta Bali
27 - 28 April 2018 di Hotel Cemerlang Bandung
27 - 28 April 2018 di Hotel Losari Beach Makassar
27 - 28 April 2018 di Hotel Quest Surabaya
27 - 28 April 2018 di Hotel Santosa Lombok
Januari, Februari, Maret,
April, Mei, Juni
Juli, Agustus, September,
Oktober, November, Desember
- Biaya Sebesar Rp. 3.500.000,- / Peserta (Tidak Menginap)
- Biaya Sebesar Rp. 4.500.000,- / Peserta (Menginap)

Fasilitas:
- Pelatihan selama 2 hari / s.d materi selesai
- BONUS 1 JUTA (Untuk 5 Pendaftar Pertama)
- Menginap 3 malam Twin Shering (Bagi Peserta Menginap)
- Seminar Kit & Tas Ekslusif;
- Coffee Break, Lunch & Dinner
- Suvenir & Sertifikat Pelatihan
- Antar Jemput Bandara
(Peserta Group Minimal 5 Orang)
- Konfirmasi selambat-lambanya H-2


Konfirmasi pendaftaran :
Telp. / Fax. ( 021 ) 22443223 - Konf : 081288771168

PENYUSUNAN NERACA AWAL DI SKPD

1. Definisi

Neraca awal SKPD menyajikan infomasi tentang posisi keuangan SKPD mengenai asset, kewajiban, dan rekining ekuitas dana untuk pertama kali pada saat awal penggunaan sistem akutansi berpasangan.

2. Nilai Akun dalam Neraca Awal

Permasalahan yang dihadafi oleh SKPD dalam menusun neraca awal adalah menentukn nilai yang wajar dari asset, kewajiban, dan ekuitas dananya, terutama untuk asset tetap yang menjadi tangungjawab atau hak SKPD. Untuk mengatasi hal tersebut, terdapat beberapa alternative dalam menetapkan nilai wajar dari asset, kewajiban, dan ekuitas danan yang akan dilaporkan dalam neraca awal.

3. Pelaksanan dan Langkah- langkah Penyusunan Neraca Awal SKPD

Pelaksana penyusunan neraca awal SKPD adalah Petugas Penatausahaan Keuangan SKPD berkoordinasi dengan bagian perlengkapan/ asset di SKPD. Adapun langkah- langkah dalam penyusunan neraca awal SKPD adalah sebagai berikut :

  • Tahap 1
    Membentuk Tim Teknis SKPD sebagai Pendukung Proses Penyusunan Neraca AWal yang terdiri dari Bendahara penerimaan SKPD, bendahara pengeluaran SKPD, bendahara pemegang barang SKPD, pejabat Penatausahaan Keuangan, bagian lain yang relevan
  • Tahap 2
    Mengidentifikasi jenis asset dan jenis kewajiban yang potensial dimiliki oleh suatu SKPD, dengan rujukan utama pada neraca awal pemda (yang saat ini ada di dalam kewenangan Biro/Bagian Umum), dan mengacu pada Permendagri 13/2006 dan PP 24/2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah sebagai berikut : kas & setara kas, piutang, persediaaan, investasi jangka pendek, asset tetap, asset lainnya, kewajiban jangka pendek, dan kewajiban jangka panjang.
  • Tahap 3
    Menyiapkan daftar/ formulir yang diperlukan untuk inventarisasi fisik, pengumpulan dokumen asset dan kewajiban yang meliputi tanggal pelaksanan, nama pelaksana, asset/ kewajiban, kuantitas, kondisi serta persetujuan kepada SKPD
  • Tahap 4
    Melaksanakan inventarisasi fisik asset per tanggal/ bulan tertentu yaitu inventarisasi fisik saldo kas, saldo bank, persediaan, surat berharga, asset tetap, dan asset lainnya
  • Tahap 5
    Mengumpulkan dokumen terkait yang digunakan untuk menghitung mundur agar mendapatkan saldo per 1 Januari 20X0, dengan cara memeriksa :
  • Tahap 6
    Melakukan penilaian atas kuantitas asset hasil inventarisasi fisik per 1 Januari 20X0, membandingkan saldo asset per 1 Jan 20X0 dengan saldo berdasarkan daftar barang dan mutasinya per 1 Jan 20X0, serta menganalisis perbedaan saldo kuantitas asset per 1 Jan 20X0 antara catatan pembukuan dengan hasil inventarisasi fisik
  • Tahap 7
    Mengumpulkan dokumen surat- surat berharga, perjanjian/ kontrak utang, daftar piutang, rekapitulasi pendapatan dana perimbangan terutang, laporan hasil pemeriksaaan bawasda dan BPK, serta dokumenlain yang relevan
  • Tahap 8
    Mengidentifikasi asset dan kewajiban per 1 Jan 20X0 berdasarkan dokumentasi investasi jangka pendek, piutang, asset lainnya, kewajiban jangka pendek, kewajiban jangka panjang.
  • Tahap 9
    Menentukan nilai asset dan kewajiban
  • Tahap 10
    – Melakukan penjurnalan untuk pertama kali dalam mekanisme penyusunan neraca awal untuk akun asset, kewajiban, dan ekuitas dana
    – Melakukan posting kea kun yang terkait
    – Menyusun neraca awal sesuai PP No. 24 Th 2005 tentang SAP
    – Menyusun catatan atas laporan keuangan mengenai metode akuntansi, metode penilaian, dan penjelasan lainnya yang diperlukan.

4. Dokumen Sumber

  1. Dokumen sumber yang digunakan untuk mencatat dan melaporkan akun- akun di neraca awal adalah sebagai berikut :
    Kas dengan dokumen sumber berita acara kas opname
  2. Piutang dengan dokumen sumber SKP/SKR yang belum dilunasi dan surat keputusan penghapusan piutang
  3. Persediaan dengan dokumen sumber berita acara inventarisasi fisik
  4. Asset tetap dengan dokumen sumber kuitansi pembelian, daftar NJOP, dan berita cara hasil appraisal
  5. Utang / kewajiban dengan dokumen sumber kontrak pengadaan yang belum dilunasi dan surat perjanjian pinjaman

5. Standar Jurnal untuk Penyusunan Neraca Awal SKPD

Jurnal untuk neraca awal dilakukan cukup sekali, yaitu pada saat awal periode penggunaan sistem akuntansi keuangan daerah untuk pertama kalinya, dan SKPD belum pernah memiliki neraca tersebut. Apabila SKPD sudah pernah memiliki neraca sebelumnya, maka SKPD tersebt tidak perlu lagi membuat jurnal neraca awal.

The Author

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bimtek Diklat Indonesia © 2017 - 2018 Seo By Jasa Seo Frontier Theme