Manajemen Aset Daerah dan Inventarisasi Aset

Bimtek dan Diklat Manajemen Aset Daerah dan Inventarisasi Aset

Pemerintah Daerah perlu menyiapkan instrumen yang tepat untuk melakukan pengelolaan/manajemen aset daerah secara profesional, transparan, akuntabel, efesien dan efektif mulai dari tahap perencanaan, pendistribusian dan pemanfaatan serta pengawasannya. Pengelolaan/manajemen aset daerah meliputi beberapa tahap yaitu : perencanaan kebutuhan, penganggaran, pengadaan, pendistribusian (termasuk penyimpanan), penggunaan, pemeliharaan dan penghapusan. Setiap tahap, mulai dari perencanaan kebutuhan hingga penghapusan aset daerah harus diketahui dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat melalui DPRD.

Aset daerah, pada dasarnya merupakan bagian dari aset negara yang harus dikelola secara optimal dengan memperhatikan prinsip efesiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas.

Inventarisasi Aset adalah serangkaian kegiatan untuk melakukan pendataan, pencatatan, pelaporan hasil pendataan aset, dan mendokumentasikannya baik aset berwujud mauun aset tidak berwujud pada suatu waktu tertentu.

Pada inventarisasi aset berwujud perlu dilakukan : Menginventarisasi secara fisik dan Menginventarisasi aspek legal aset. sedangkan Rangkaian Kerja Inventarisasi Aset adalah Penyimpanan, Distribusi dan Pengamanan Aset

Dalam rangka meningkatkan pemahaman aparatur pemerintah mengenai Manajemen Aset Daerah dan Inventarisasi Aset kami akan menyelenggarakan Bimtek dan Diklat Manajemen Aset Daerah dan Inventarisasi Aset yang akan diselenggarakan pada:

Bulan Agustus 2018 
03 - 04 Agustus 2018 di Hotel Ibis Style Jakarta
03 - 04 Agustus 2018 di Hotel Pesonna Malioboro Jogja
03 - 04 Agustus 2018 di Hotel Pacific Palace Batam
03 - 04 Agustus 2018 di Hotel Eden Kuta Bali
03 - 04 Agustus 2018 di Hotel Cemerlang Bandung
03 - 04 Agustus 2018 di Hotel Losari Beach Makassar
03 - 04 Agustus 2018 di Hotel Quest Surabaya
03 - 04 Agustus 2018 di Hotel Santosa Lombok
09 - 10 Agustus 2018 di Hotel Ibis Style Jakarta
09 - 10 Agustus 2018 di Hotel Pesonna Malioboro Jogja
09 - 10 Agustus 2018 di Hotel Pacific Palace Batam
09 - 10 Agustus 2018 di Hotel Eden Kuta Bali
09 - 10 Agustus 2018 di Hotel Cemerlang Bandung
09 - 10 Agustus 2018 di Hotel Losari Beach Makassar
09 - 10 Agustus 2018 di Hotel Quest Surabaya
09 - 10 Agustus 2018 di Hotel Santosa Lombok
14 - 15 Agustus 2018 di Hotel Ibis Style Jakarta
14 - 15 Agustus 2018 di Hotel Pesonna Malioboro Jogja
14 - 15 Agustus 2018 di Hotel Pacific Palace Batam
14 - 15 Agustus 2018 di Hotel Eden Kuta Bali
14 - 15 Agustus 2018 di Hotel Cemerlang Bandung
14 - 15 Agustus 2018 di Hotel Losari Beach Makassar
14 - 15 Agustus 2018 di Hotel Quest Surabaya
14 - 15 Agustus 2018 di Hotel Santosa Lombok
24 - 25 Agustus 2018 di Hotel Ibis Style Jakarta
24 - 25 Agustus 2018 di Hotel Pesonna Malioboro Jogja
24 - 25 Agustus 2018 di Hotel Pacific Palace Batam
24 - 25 Agustus 2018 di Hotel Eden Kuta Bali
24 - 25 Agustus 2018 di Hotel Cemerlang Bandung
24 - 25 Agustus 2018 di Hotel Losari Beach Makassar
24 - 25 Agustus 2018 di Hotel Quest Surabaya
24 - 25 Agustus 2018 di Hotel Santosa Lombok
29 - 30 Agustus 2018 di Hotel Ibis Style Jakarta
29 - 30 Agustus 2018 di Hotel Pesonna Malioboro Jogja
29 - 30 Agustus 2018 di Hotel Pacific Palace Batam
29 - 30 Agustus 2018 di Hotel Eden Kuta Bali
29 - 30 Agustus 2018 di Hotel Cemerlang Bandung
29 - 30 Agustus 2018 di Hotel Losari Beach Makassar
29 - 30 Agustus 2018 di Hotel Quest Surabaya
29 - 30 Agustus 2018 di Hotel Santosa Lombok
Januari, Februari, Maret,
April, Mei, Juni
Juli, Agustus, September,
Oktober, November, Desember
- Biaya Sebesar Rp. 3.500.000,- / Peserta (Tidak Menginap)
- Biaya Sebesar Rp. 4.500.000,- / Peserta (Menginap)

Fasilitas:
- Pelatihan selama 2 hari / s.d materi selesai
- BONUS 1 JUTA (Untuk 5 Pendaftar Pertama)
- Menginap 3 malam Twin Shering (Bagi Peserta Menginap)
- Seminar Kit & Tas Ekslusif;
- Coffee Break, Lunch & Dinner
- Suvenir & Sertifikat Pelatihan
- Antar Jemput Bandara
(Peserta Group Minimal 5 Orang)
- Konfirmasi selambat-lambanya H-2


Konfirmasi pendaftaran :
Telp. / Fax. ( 021 ) 22443223 - Konf : 081288771168

Inventarisasi aset.

Inventarisasi Aset merupakan kegiatan yang terdiri dari dua aspek, yaitu inventarisasi fisik dan yuridis/legal. Aspek fisik terdiri atas bentuk, luas, lokasi, volume/jumlah, jenis, alamat dan lain-lain. Sedangkan aspek yuridis adalah status penguasaan, masalah legal yang dimiliki, batas akhir penguasaan. Proses kerja yang dilakukan adalah pendataan, kodifikasi/labelling, pengelompokkan dan pembukuan/administrasi sesuai dengan tujuan manajemen aset.

Legal audit.

Demikian menyangkut legal audit sebagai lingkup kerja manajemen aset yang berupa inventarisasi status penguasaan aset, sistem dan prosedur penguasaann atau pengalihan aset. Selanjutnya identifikasi dan mencari solusi atas permasalahan legal, dan strategi untuk memecahkan berbagai permasalahan legal yang terkait dengan penguasaan dan pengalihan aset. Masalah yang sering dihadapi dalam legal audit, menyangkut status penguasaan yang lemah, aset dikuasai pihak lain, pemindahan aset yang tidak termonitor dan lain lain.

Penilaian aset.
Kesatuan kerja lanjutan dari manajemen aset, yaitu berupa kegiatan penilaian aset sebagai upaya penilaian atas aset yang dikuasai pemerintah daerah dan biasanya kegiatan ini dilakukan oleh konsultan penilaian independent. Hasil dari nilai tersebut akan dapat dimanfaatkan untuk mengetahui nilai kekayaan maupun informasi untuk penetapan harga bagi aset yang ingin dijual.
Optimalisasi aset.

Selanjutnya optimalisasi asset merupakan kegiatan untuk mengoptimalkan potensi fisik, lokasi, nilai, jumlah/volume, legal dan ekonomi yang dimiliki asset tersebut.Dalam kegiatan ini aset-aset yang dikuasai Pemda diidentifikasi dan dikelompokkan atas aset yang memiliki potensi dan yang tidak memiliki potensi. Aset yang memiliki potensi dapat dikelompokkan berdasarkan sektor-sektor unggulan yang dapat menjadi tumpuan dalam strategi pengembangan ekonomi nasional, baik dalm jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang. Untuk menentukan hal tersebut harus terukur dan trnsfaran, sedangkan aset yang tidak dapat dioptimalkan, harus dicari faktor penyebabnya, apakah faktor permasalahan legal, fisik, nilai ekonomi yang rendah ataupun faktor lainnya, sehinnga setiap aset nantinya memberikan nilai tersendiri. Hasil akhir dari tahapan ini adalah rekomendasi yang berupa sasaran, strategi dan program untuk mengoptimalkan aset yang dikuasai.

Pengawasan dan pengendalian.
Kemudian sebagai kegiatan akhir dari manajemen aset yaitu pengawasan dan pengendalian dan hal ini sering menjadi bahan hujatan terhadap Pemda saat ini.Sarana yang paling efektif untuk meningkatkan kinerja aspek ini adalah pengembanan SIMA. Melalui SIMA, transparansi kerja dalam pengelolaan aset sangat terjamin tanpa perlu adanya kekhawatiran akan pengawasan dan pengendalian yang lemah. Dalam SIMA, keempat aspek di atas diakomodasi dalam sistem dengan menambah aspek pengawasan dan pengendalian. Demikian setiap penanganan terhadap suatu aset, termonitor jelas, mulai dari lingkup penanganan hingga siapa yang bertanggungjawab menanganinya. Hal ini akan diharapkan meminimalkan KKN dalam pelaksanaan pelayanan oleh Pemda.

TUJUAN MANAJEMEN ASET

Tujuan manajemen aset dapat ditentukan dari berbagai dimensi atau sudut pandang. Secara umum tujuan manajemen aset adalah untuk pengambilan keputusan yang tepat agar aset yang dikelola berfungsi secara efektif dan efisien. Efektif adalah pencapaian hasil yang sesuai dengan tujuan sebagaimana yang telah ditetapkan sebelumnya. Efektif dalam pengelolaan aset berarti aset yang dikelola dapat mencapai tujuan yang diharapkan organisasi bersangkutan, misal mencapai kinerja tertinggi dalam pelayanan pelanggan. Sedangkan efektivitas berarti derajat keberhasilan yang dapat dicapai berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. Atau efektifitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tinggi-rendahnya target yang telah dicapai misal jumlah capaian, derajat kualitas, waktu dan lain-lain. Sebuah capaian dapat dinyatakan dalam prosentase target yang dicapai dari keseluruhan target yang ditetapkan. Jika capaian target tersebut tinggi, berarti efektifitasnya makin tinggi pula. Serangkaian kegiatan yang dapat merealisasikan tujuan dengan tepat, maka berarti seluruh kegiatan tersebut memiliki efektifitas yang tinggi. Dengan kata lain efektif itu mampu mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan.

Adapun efisien berarti menggunakan sumber daya serendah mungkin untuk mendapat hasil (output) yang tinggi, atau efisien itu rasio yang tinggi antara output dengan input. Dalam manajemen aset, efisiensi yang senantiasa melekat dalam setiap tahap pengelolaan aset terutama upaya mencapai efisiensi yang tinggi dalam menggunakan waktu, tenaga, dan biaya. Jika tujuan aset dinyatakan lebih spesifik dibanding tujuan secara umum, maka tujuan manajemen aset yang lebih rinci adalah agar mampu:

Meminimisasi biaya selama umur aset bersangkutan (to minimize the whole life cost of assets)
Dapat menghasilkan laba maksimum (profit maximum)
Dapat mencapai penggunaan serta pemanfaatan aset secara optimum (optimizing the utilization of assets)

The Author

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bimtek Diklat Indonesia © 2017 - 2018 Seo By Jasa Seo Frontier Theme