Penyusunan Analisis Beban Kerja (ABK)

Penyusunan Analisis Beban Kerja (ABK)

adalah proses untuk menetapkan jumlah jam kerja orang yang digunakan atau dibutuhkan untuk merampungkan suatu pekerjaan dalam waktu tertentu, atau dengan kata lain analisis beban kerja bertujuan untuk menentukan berapa jumlah personalia dan berapa jumlah tanggung jawab atau beban kerja yang tepat dilimpahkan kepada seorang petugas. Selain itu Analisis Beban Kerja (ABK) adalah suatu teknik manajemen yang dilakukan secara sistematis untuk memperoleh informasi mengenai tingkat efektivitas dan efisiensi kerja organisasi berdasarkan volume kerja

Analisis Beban Kerja (ABK) bertujuan untuk menentukan berapa jumlah pegawai yang dibutuhkan untuk merampungkan suatu pekerjaan dan berapa jumlah tanggung jawab atau beban kerja yang dapat dilimpahkan kepada seorang pegawai, atau dapat pula dikemukakan bahwa analisis beban kerja adalah proses untuk menetapkan jumlah jam kerja orang yang digunakan atau dibutuhkan untuk merampungkan beban kerja dalam waktu tertentu. Dengan cara membagi isi pekerjaan yang mesti diselesaikan oleh hasil kerja rata-rata satu orang, maka akan memperoleh waktu yang dibutuhkan untuk merampungkan pekerjaan tersebut. Atau akan memperoleh jumlah pegawai yang dibutuhkan melalui jumlah jam kerja setiap pegawai tersebut.

Dalam rangka meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam menjalankan organisasi pemerintahan yang baik, maka kami akan mengadakan Pelatihan Penyusunan Analisis Beban Kerja Bagi Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Daerah yang akan dilaksanakan pada:

Bulan Agustus 2018 
03 - 04 Agustus 2018 di Hotel Ibis Style Jakarta
03 - 04 Agustus 2018 di Hotel Pesonna Malioboro Jogja
03 - 04 Agustus 2018 di Hotel Pacific Palace Batam
03 - 04 Agustus 2018 di Hotel Eden Kuta Bali
03 - 04 Agustus 2018 di Hotel Cemerlang Bandung
03 - 04 Agustus 2018 di Hotel Losari Beach Makassar
03 - 04 Agustus 2018 di Hotel Quest Surabaya
03 - 04 Agustus 2018 di Hotel Santosa Lombok
09 - 10 Agustus 2018 di Hotel Ibis Style Jakarta
09 - 10 Agustus 2018 di Hotel Pesonna Malioboro Jogja
09 - 10 Agustus 2018 di Hotel Pacific Palace Batam
09 - 10 Agustus 2018 di Hotel Eden Kuta Bali
09 - 10 Agustus 2018 di Hotel Cemerlang Bandung
09 - 10 Agustus 2018 di Hotel Losari Beach Makassar
09 - 10 Agustus 2018 di Hotel Quest Surabaya
09 - 10 Agustus 2018 di Hotel Santosa Lombok
14 - 15 Agustus 2018 di Hotel Ibis Style Jakarta
14 - 15 Agustus 2018 di Hotel Pesonna Malioboro Jogja
14 - 15 Agustus 2018 di Hotel Pacific Palace Batam
14 - 15 Agustus 2018 di Hotel Eden Kuta Bali
14 - 15 Agustus 2018 di Hotel Cemerlang Bandung
14 - 15 Agustus 2018 di Hotel Losari Beach Makassar
14 - 15 Agustus 2018 di Hotel Quest Surabaya
14 - 15 Agustus 2018 di Hotel Santosa Lombok
24 - 25 Agustus 2018 di Hotel Ibis Style Jakarta
24 - 25 Agustus 2018 di Hotel Pesonna Malioboro Jogja
24 - 25 Agustus 2018 di Hotel Pacific Palace Batam
24 - 25 Agustus 2018 di Hotel Eden Kuta Bali
24 - 25 Agustus 2018 di Hotel Cemerlang Bandung
24 - 25 Agustus 2018 di Hotel Losari Beach Makassar
24 - 25 Agustus 2018 di Hotel Quest Surabaya
24 - 25 Agustus 2018 di Hotel Santosa Lombok
29 - 30 Agustus 2018 di Hotel Ibis Style Jakarta
29 - 30 Agustus 2018 di Hotel Pesonna Malioboro Jogja
29 - 30 Agustus 2018 di Hotel Pacific Palace Batam
29 - 30 Agustus 2018 di Hotel Eden Kuta Bali
29 - 30 Agustus 2018 di Hotel Cemerlang Bandung
29 - 30 Agustus 2018 di Hotel Losari Beach Makassar
29 - 30 Agustus 2018 di Hotel Quest Surabaya
29 - 30 Agustus 2018 di Hotel Santosa Lombok
Januari, Februari, Maret,
April, Mei, Juni
Juli, Agustus, September,
Oktober, November, Desember
- Biaya Sebesar Rp. 3.500.000,- / Peserta (Tidak Menginap)
- Biaya Sebesar Rp. 4.500.000,- / Peserta (Menginap)

Fasilitas:
- Pelatihan selama 2 hari / s.d materi selesai
- BONUS 1 JUTA (Untuk 5 Pendaftar Pertama)
- Menginap 3 malam Twin Shering (Bagi Peserta Menginap)
- Seminar Kit & Tas Ekslusif;
- Coffee Break, Lunch & Dinner
- Suvenir & Sertifikat Pelatihan
- Antar Jemput Bandara
(Peserta Group Minimal 5 Orang)
- Konfirmasi selambat-lambanya H-2


Konfirmasi pendaftaran :
Telp. / Fax. ( 021 ) 22443223 - Konf : 081288771168

Metode Analisis Beban Kerja

Dalam rangka mendapatkan informasi yang diperlukan dalam kegiatan ini dilakukan dengan 3 pendekatan yaitu :

1. Pendekatan Organisasi
Organisasi dipahami sebagai wadah dan system kerja sama dari jabata jabatan. Melalui pendekatan organisasi sebagai informasi, akan diperoleh informasi tentang : nama jabata, struktur organisasi, tugas pokok, fungsi dan tanggung jawab, kondisi kerja, tolok ukur tiap pekerjaan, proses pekerjaan, hubungan karja, serta persyaratan-persyaratan seperti : fisik, mental, pendidikan, ketrampilan, kemampuan, dan pengalaman.

2. Pendekatan analisis jabatan
Jabatan yang dimaksud tidak terbatas pada jabatan setruktural dan fungsional, akan tetapi lebih diarahkan pada jabatan-jabatan non struktural yang bersifat umum dan bersifat teknis (ingat kriteria jabatan baik aspek material maupun formal). Melalui pendekatan ini dapat diproleh berbagai jenis informasi jabatan yang meliputi identitas jabatan, hasil kerja, dan beban kerja serta rincian tugas.

Beban kerja organisasi sesuai prinsip organisasi akan terbagi habis pada sub unit-sub unit dan sub unit terbagi habis dalam jabata-jabatan. Melalui pendekatan analisis jabatan ini akan diperoleh suatu landasan untuk penerimaan, penempatan dan penentuan jumlah kualitas pegawai yang dibutuhkan dalam periode waktu tertentu antara lain :

1. Sebagai landasan untuk melakukan mutasi;
2. Sebagai landasan untuk melakukan promosi;
3. Sebagai landasan untuk melaksanakan pendidikan dan pelatihan (Diklat);
4. Sebagai landasan untuk melakukan kompensasi;
5. Sebagai landasan untuk melaksanakan syarat-syarat lingkungan kerja;
6. Sebagai landasan untuk pemenuhan kebuthan peralatan atau prasarana dan sarana kerja

3. Pendekatan Administratif
Melalui pendekatan ini akan diperoleh berbagai informasi yang mencakup berbagai kebijakan dalam organisasi maupun yang erat kaitanya dengan sistem administrasi kepegawaian.

Teknik Penghitungan Beban Kerja

Analisis beban kerja dilakukan dengan membandingkan bobot/beban kerja dengan norma waktu dan volume kerja. Target beban kerja ditentukan berdasarkan rencana kerja atau sasaran yang harus dicapai oleh setiap jabatan, misalnya mingguan atau bulanan. Volume kerja datanya terdapat pada setiap unit kerja, sedangkan norma waktu hingga kini belum banyak diperoleh sehingga dapat dijadikan suatu faktor tetap yang sangat menentukan dalam analisis beban kerja.

Teknik perhitungan yang digunakan adlah teknik perhitungan yang bersifat “praktis empiris”, yaitu perhitungan yang didasarkan pada pengalaman-pengalaman basis pelaksanaan kerja masa lalu, sesuai judgement disana-sini dalam pengukuran kerja dilakukan berdasarkan sifat beban kerja pada masing-masing jabatan, mencakup :

  1. Pengukuran kerja untuk beban kerja abstrak
  2. Untuk mengukur beban kerja konkret
Untuk mengukur beban kerja abstrak diperlukan bebrapa informasi antara lain :
  1. Rincian / uraian tugas jabatan.
  2. Frekwensi setiap tugas dalam satuan tugas.
  3. Jumlah waktu yang dibutuhkan setiap tugas.
  4. Waktu Penyelesaian Tugas merupakan perkalian beban kerja dengan norma waktu.
  5. Waktu kerja efektif.
  6. Pengukuran kerja untuk beban kerja konkret
Untuk mengukur beban kerja konkret diperlukan beberapa informasi antara lain :
  1. Rincian / uraian tugas jabata.
  2. Satuan hasil kerja.
  3. Jumlah waktu yang dibutuhkan setiap tugas.
  4. Target waktu kerja dalam satuan waktu.
  5. Volume kerja merupakan perkalian beban kerja dengan norma waktu.
  6. Waktu kerja efektif.

Berkaitan dengan alat ukur dan oleh karena instansi pemerintah merupakan instansi non profit, hal yang dapat dipergunakan sebagai alat ukur adalah “jam kerja” yang harus di isi dengan kerja untuk menghasilkan berbagai produk baik bersifat konkret maupun abstrak (benda atau jasa).

Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pedoman Umum Penyusunan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil, ditetapkan jam kerja efektif terdiri dari jumlah jam kerja formal dikurangi dengan waktu kerja yang hilang karena tidak berkerja seperti melepas lelah, istirahat makan dan sebagainya.

Rumus yang dipergunakan untuk mencari kebutuhan pegawai :

Analisa Kebutuhan Pegawai

Pertanyaan berapakah jumlah pegawai yang dibutuhkan untuk merampungkan suatu tugas, merupakan pertanyaan yang amat kritis. Untuk menjawab pertanyaan penting itu orang harus memahami 3 (tiga) buah konsep sebagai latar belakang yaitu meliputi target volume pekerjaan, tingkat pelaksanaan standar dan waktu yang ditetapkan untuk merampungkan tugas dengan tepat.

  1. Beban Tugas (target volume kerja), merupakn volume pekerjaan yang mesti dirampungkan dalam batas tempo tertentu. Target volume kerja dapat dinyatakan dalam berbagai satuan seperti : meter, meter kubik, kilogram, lembar, berkas, laporan, desa, kecamatan dan satuan lazim lainnya.
  2. Waktu Kerja Efektif, yakni waktu kerja yang telah ditetapkan secara formal setelah dikurangi waktu luang (allowance).
  3. 2. Standar Kerja Rata-rata (tingkat pelaksanaan standar), merupakan volume pekerjaan yang dapat dirampungkan oleh seorang atau sejumlah pegawai dalam satu satuan waktu dengan standar kualitas tertentu.

Pengukuran beban kerja dimulai dengan penggukuran dan perumusan “ Norma waktu “ setiap proses/tahapan penyelesaian pekerjaan sesuai dengan uraian, dan prosedur kerja yang berlaku.

Dalam melakukan pengukuran dan perumusan norma waktu, dilakukan secara cermat dan seksama dengan memperhatikan tingkat kewajaran pengunaan waktu kerja bagi pegawai/pemangku jabatan terkait dan terhadap kebenaran uraian proses/tahapan kerja untuk menghasilkan produk, sehingga dapat diperoleh hasil pengukuran beban kerja yang memadai.

The Author

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bimtek Diklat Indonesia © 2017 - 2018 Seo By Jasa Seo Frontier Theme